Hal itu ditunjukan dengan indeks Keyakinan Konsumen pada kuartal III 2016 sebesar 112,5, lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang sebesar 111,6. Konsumen tercatat lebih percaya diri terhadap perbaikan ekonomi dalam negeri.
"Kondisi enam bulan ke depan, konsumen di level optimistis. Artinya mereka yakin bahwa enam bulan ke depan pendapatan mereka akan lebih baik, entah itu terkait penghasilan maupun ekspektasi ketersediaan lapangan kerja," ujar Hendy Sulistiowati, Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI, Kamis (6/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan indikator ini, maka dapat diasumsikan konsumsi rumah tangga bisa lebih tinggi dari kuartal II," ujar Hendy.
"Mereka masih di level pesimistis untuk ketersediaan lapangan pekerjaan dan pembelian barang tahan lama, walaupun sebenarnya ada perbaikan dari 94 menjadi 95," terangnya.
Jika dilihat dari kondisi keuangan konsumen, maka survei BI juga menyebut porsi pendapatan responden yang digunakan untuk konsumsi pada September 2016 turun 0,5 persen dari bulan sebelumnya menjadi 70,4 persen. Konsumen juga memperkirakan pertumbuhan jumlah tabungan tidak akan setinggi bulan sebelumnya. (gir)