Direktur Utama Alam Sutera, Joseph Tjong mengatakan, global bond tersebut berkupon sebesar 6,625 persen dan yield to maturity sebesar 6,750 persen. Alam Sutera akan menggunakan seluruh dana tersebut untuk melunasi lebih awal obligasi dengan jatuh tempo tahun 2019 dengan kupon 9 persen.
“Penawaran tersebut menarik bagi banyak investor dengan permintaan melebihi US$800 juta yang berasal lebih dari 100 akun, atau setara dengan 3,3x oversubscription,” ujarnya, Selasa (18/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Transaksi ini akan memperpanjang jatuh tempo utang Alam Sutera dan mengurangi biaya pinjaman Alam Sutera secara keseluruhan.” katanya.
Dari sisi kinerja keuangan terkini, Alam Sutera mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 22,83 persen menjadi Rp558,09 miliar pada semester I 2016, dari Rp454,36 miliar pada periode yang sama tahun 2015.
Keuntungan kurs tersebut mampu menutupi penurunan pendapatan pokok sebesar 25,43 persen menjadi Rp1,29 triliun pada semester I 2016, dari pendapatan pokok enam bulan pertama 2015 sebesar Rp1,73 triliun. (gir/gen)