"Nanti kita lihat dampaknya. Apa yang disampaikan Presiden tentu akan menjadi sesuatu yang harus kita lihat implikasinya (ke anggaran)," tutur Sri Mulyani saat di temui di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (18/10)
Saat ini, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia mengaku belum bisa berkomentar lebih banyak soal kebijakan yang dicetuskan atasannya ketika melakukan kunjungan kerja di Papua sejak kemarin (17/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, masyarakat Papua membeli BBM hingga mencapai Rp100 ribu per liter. Sementara, harga per liter di Jawa hanya sekitar Rp6.450. Akibat rencana ini, Pertamina ditarksir bakal merugi hingga Rp800 miliar.
"Saya sampaikan, ini bukan masalah untung dan rugi. Jumlah Rp800 miliar itu terserah dicarikan subsidi silang dari mana. Itu urusan Pertamina. Yang saya mau ada keadilan bagi seluruh rakyat, harga premium di seluruh kabupaten Rp6.450 per liter," kata Jokowi. (gen)