Seperti dikutip dari Reuters, data Energy Information Administration (EIA) AS menunjukkan bahwa stok minyak turun 5,2 juta barel pada pekan lalu. Angka ini jauh berbeda dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 2,7 juta barel.
Jumlah ini sangat kontradiktif apabila dibandingkan tahun sebelumnya, di mana stok minyak mentah biasanya meningkat mendekati akhir tahun karena kilang-kilang minyak tengah mengalami perbaikan. Selain itu, kondisi ini juga berlawanan dengan utilisasi kilang AS yang saat ini mencapai 85 persen dari 94 persen di awal September.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, harga minyak dunia meningkat 15 persen dalam tiga pekan terakhir setelah Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) memutuskan untuk memangkas produksi pertama kalinya sejak tahun 2008. (gir/gen)