Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo mengatakan pertumbuhan industri keuangan syariah terutama di Indonesia semakin menunjukkan kematangannya. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan tiga lini industri keuangan syariah yang tetap stabil meski krisis ekonomi pernah menerpa Indonesia beberapa tahun terakhir.
"Perkembangan ekonomi dan keuangan syariah sangat menjanjikan. Sektor perbankan syariah, pasar modal syariah serta takaful menunjukkan progress yang luar biasa baik dalam pertumbuhan volume bisnis maupun jangkauan nasabahnya," ujar Agus dalam Indonesia Sharia Economic Forum 2016 di Surabaya, Kamis (27/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama kurun waktu 2011-2014, sektor ini tetap mencatatkan pertumbuhan moderat mencapai 13,8 persen dan sebesar 10 persen selama 2013-2014.
Namun di Indonesia, pertumbuhan emisi sukuk justru mencatatkan tren kenaikkan di tengah lesunya penerbitan sukuk secara global. Tercatat penerbitan sukuk oleh korporasi dan pemerintah meningkat 39,4 persen selama 2015 dan bertumbuh 29,8 persen per Juli 2016.
Ekonomi syariah, kata Agus, juga berkembang pesat baik dari skala usaha, jumlah pelaku, jenis kegiatan usaha, serta aksesibilitas layanan oleh masyarakat.
"Dengan memperhatikan jumlah penduduk muslim yang banyak, sepatutnya pengembangan ekonomi syariah menjadi prioritas pembangaunan ekonomi nasional," pungkas Agus. (gen)