Maklum saja, pagi hari kemarin, Jokowi sudah menerima laporan Doing Business 2017. Di mana Bank Dunia hanya menaikkan 15 peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia dari peringkat 106 ke level 91. Padahal, RI 1 sudah menginstruksikan minimal Indonesia bisa masuk ke peringkat 40 besar dari 190 negara yang di survei.
“Kemarin sore Pak Presiden bertanya, bagaimana investasi sekarang? Lalu saya jawab lumayan. Beliau langsung semprot saya, langsung marah-marah. Menurut beliau itu sangat-sangat tidak memuaskanlah," cerita Thomas, Kamis (27/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga indikator tersebut adalah Proses Perizinan Konstruksi (turun tiga peringkat), Perlindungan terhadap Investor Minoritas (turun satu peringkat), dan Penyelesaian Kasus Pailit (turun dua peringkat).
Mantan Menteri Perdagangan menuturkan, atasannya tersebut berkukuh peringkat Indonesia seharusnya bisa lebih baik dari penilaian yang dibuat Bank Dunia. Terlebih, selama dua tahun terakhir pemerintah telah menerbitkan berbagai paket kebijakan ekonomi yang salah satu tujuannya adalah memanjakan investor agar mau menanam duit di Indonesia.