Yang pertama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang Brodjonegoro berharap PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) (Pelni) mau memecah rute pelayaran bersubsidi dari Surabaya ke Sorong. Menurutnya, rute tersebut harus dibagi menjadi dua, yaitu Surabaya-Makasar dan Makasar-Sorong.
"Kami berharap Pelni bisa menggunakan kapal besar dari Surabaya ke Makasar kemudian menggunakan kapal kecil dari Makasar ke Sorong. Dengan melihat skala kapal yang digunakan, ini bisa menambah skala ekonomis (economies of scale)," tutur Bambang, Kamis (3/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan ada efisiensi yang baik sekali dari pelayaran Sorong-Makasar menggunakan kapal kecil. Hal itu pun juga berdampak baik bagi subsidi Pelni," tuturnya.
"Kami juga berharap Pelindo mau menyesuaikan rencana investasinya dengan hub-hub tol laut ini," jelasnya.
Di sisi lain, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti berharap PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mau membuka rute penerbangan langsung dari Australia ke kota-kota di Indonesia timur. Menurutnya, hal ini menciptakan harga barang yang lebih efisien dibanding mengirimkan barang-barang kebutuhan hidup dari Indonesia barat.
Untuk itu, ia mengusulkan rute penerbangan langsung dari Darwin-Kupang dan Darwin-Timika. Penerbangan ini diharapkan bisa memotong seperlima biaya logistik barang-barang kebutuhan di Indonesia timur saat ini.
"Bayangkan saja, masa ayam mati dibawa muter-muter dulu? Makanya, kami ingin menagih janji Garuda, katanya kalau bisa disubsidi US$2 ribu, sudah bisa penerbangan langsung dari Australia ke kota-kota di Indonesia timur. Pakai pesawat baling-baling (ATR) biasa saja," jelas Susi. (gir/gen)