Menurut data Harga Batubara Acuan (HBA) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), angka pada bulan November ini merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Tercatat, harga batu bara terakhir kali menyentuh posisi US$84 per ton pada bulan Juni 2013.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Sujatmiko menuturkan bahwa permintaan yang tinggi dari Cina telah membuat harga melonjak. Namun di sisi lain, negara tirai bambu itu juga tengah mengurangi produksi batu baranya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesuai pandangan analis dan yang diberitakan oleh Bloomberg, disebutkan bahwa kenaikan harga disebabkan karena permintaan Cina yang tinggi dan produksinya yang berkurang. Sementara itu, kebutuhan batu bara untuk listrik dan industrinya tetap tinggi," ujar Sujatmiko kepada CNNIndonesia.com, Senin (7/11).
Di samping itu, harga batu bara juga menembus level US$80 per ton untuk pertama kalinya sejak Februari 2014. Setelah itu, harga batu bara mengalami penurunan dengan titik terendah Februari 2016 sebesar US$50,92 per ton. (gir/gen)