Untuk itu, politisi Partai Golongan Karya meminta pemerintah melakukan upaya perbaikan secara bersama melalui revitalisasi industri perikanan.
"Perlu ada pendampingan dan kebijakan yang tepat, jadi industri ini bisa direvitalisasi dan dikonsolidasikan dulu. Selama ini kalau dilihat daya serap kita sangat kecil (di industri perikanan)," kata Airlangga, Senin (7/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ekspor perikanan kita menurun, ini tentu menghawatirkan, kita perlu adanya peningkatan (tahun depan)," katanya.
"Kita mencari dan melihat, sektor perikanan dan kelautan ini masuk kriteria yang prospektif karena mudah dipanen. Ikan selalu siap sedia di laut, selain itu industri ini tidak didominasi oleh sedikit pemain," katanya.
"Jadi keluar masuknya jelas, industrinya tidak maju juga karena data data yang keluar itu beragam, seperti yang dikatakan di awal, memang di sektor ikan selalu tidak jelas," kata dia.
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih mengatakan, pemerintah telah melakukan restrukturisasi kebutuhan ekonomi, salah satunya adalah restrukturisasi di sektor Kelautan dan Perikanan.
"Untuk Indonesia, maritim ini adalah potensi besar dan semua belum digarap dengan baik jadi kita buat peta industri baru," kata Sri. (gen)