Dikutip dari Reuters, pasar modal sudah melewati masa pelemahan pasca Pilpres AS dan bangkit kembali pada hari Kamis. Namun, karena adanya kelebihan persediaan minyak, harga minyak mentah masih terbenam.
Menurut laporan Energy Information Administration (EIA) AS, persediaan minyak mentah AS pada pekan lalu bertambah 2,4 juta barel menjadi 485 juta barel. Padahal sebelumnya, persediaan minyak di hub pengiriman minyak futures di Cushing, negara bagian Oklahoma turun 663,9 ribu barel selama antara 2 hingga 8 November 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain sentimen Pilpres AS, kepastian organisasi negara-negara pengekspor minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dalam memangkas produksi juga ditunggu oleh pelaku pasar.
Untuk itu, OPEC telah mencari kerja sama dengan non-anggota OPEC, termasuk Rusia. Tetapi, masih ada keraguan terkait komitmen tersebut. (gir/gen)