Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menyebut aset baru yang dimiliki Pertamina terletak di Perancis, Italia, Kanada, Kolombia, Myanmar, Namibia, Tanzania, Nigeria, dan Gabon.
“Dari tambahan aset baru itu, yang sudah produksi baru aset di Gabon dan Nigeria total sekitar 30 barel setara minyak per hari (BOEPD). Sisanya masih dalam tahap eksplorasi dan pengembangan,” ujar Wianda, dikutip Senin (21/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka tersebut terdiri dari produksi minyak sebesar 309 ribu barel per hari (bph), yang 72 persennya berasal dari produksi dalam negeri dan 28 persen lagi dari luar negeri.
Wianda mengatakan ke depan Pertamina akan terus agresif mencari sumber-sumber minyak dan gas (migas) di berbagai negara.
"Tujuan Pertamina untuk mencapai target produksi nasional, termasuk menjaga kelangsungan pasokan minyak mentah bagi produksi BBM di Indonesia," ujarnya.
Dirgo Purbo, pengamat ketahanan energi dan staf pengajar geo ekonomi Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), mengatakan strategi Pertamina melakukan investasi di luar negeri sangat tepat.
Menurut Dirgo, investasi yang dilakukan Pertamina di Gabon dan Nigeria cukup bagus, yang jadi soal adalah investasi di Perancis dan Italia.
"Jadi perlu ditinjau dari sudut geopolitik dan geostartegi, negara mana saja yan perlu fokus untuk melakukan investasi, khususnya yang berbentuk kriteria total investment EP atau sekadar farm-in," ungkap Dirgo. (gen)