Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, Pertamini telah memplesetkan logo, nama, serta slogan perusahaan. Ia menjelaskan, hal ini membuat konsumen bingung karena kerap mengira Pertamini sebagai unit usaha milik perusahaan minyak pelat merah tersebut.
"Dari logo sudah mirip. Lalu, slogan juga kan mereka menulisnya 'Pasti Puas', sangat mirip sekali dengan milik kami, yakni 'Pasti Pas'. Ini terkesan misleading, konsumen bingung mengira mereka bagian dari kami," ujarnya, Senin (21/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal ini kan masalah safety (keamanan). Di tempat mereka ini standarnya seperti apa? Misalnya, apakah ada larangan merokok? Pengoperasian penjualan BBM tentu ada standar yang berlaku," terang Wianda.
Di samping itu, ia juga meminta dasar hukum dari Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait penyaluran BBM penugasan jenis Premium dan Solar yang dilakukan secara eceran.
Ia menganggap, penjualan BBM secara eceran memberatkan konsumen karena harganya dibuat lebih mahal dari biasanya.
"Kami meminta kejesalan, dasar hukum apa yang menjelaskan bahwa ada badan usaha yang dapat keuntungan Rp2 ribu hingga Rp3 ribu per liter dari penjualan BBM dan Solar. Jika memang letak ecerannya jauh dari SPBU, bisa ditinjau lagi. Tapi nyatanya, lokasi eceran ini dekat dengan SPBU," pungkasnya. (bir/gen)