Jerry Sarmiento, Institutional Equity Director Sucorinvest merinci, nilai transaksi tersebut setara 95 juta lembar saham dengan harga Rp4.500 per lembar atau 2,2 persen di bawah harga pasar pada penutupan sehari sebelumnya.
“Mengingat bahwa sebelumnya Sucorinvest juga melakukan placement saham Ultrajaya senilai Rp791, 9 miliar pada Agustus 2016 lalu, hal ini menunjukkan minat investor asing dan lokal terhadap pasar Indonesia memang sangat tinggi,” jelasnya Senin (21/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Salah satu daya tarik utama saham Ultrajaya membuat investor-investor institusi ternama tergiur adalah tren perubahan pola konsumsi yang tengah terjadi di kalangan masyarakat grassroots atau menengah bawah,” katanya.
Reaksi positif dari pasar juga terlihat dari kinerja saham Ultrajaya yang terus bergerak naik ke level 4.700 per intraday Jumat, 18 November dan performa sepanjang tahu 2016 (year to date) yang naik sebesar 20 persen, melebihi kinerja IHSG yang hanya naik sebanyak 13 persen sejak awal tahun.
“Riset Sucorinvest menunjukkan ada trend peralihan konsumsi masyarakat menengah bawah dari produk-produk tradisional ke produk modern,” jelas Jerry.
“Dalam riset Sucorinvest tersebut, ditemukan bahwa Ultrajaya adalah produk utama yang menjadi favorit masyarakat. Ultrajaya memiliki brand awareness yang paling tinggi dan jaringan distribusi yang luas, hingga mencapai daerah-daerah rural yang dalam,” katanya.