Oleh karena itu, ia berkukuh DJP harus melakukan segala upaya agar target penerimaan pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016 sebesar Rp1.355,2 triliun bisa terpenuhi.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia mencatat, setiap Rp1 triliun penerimaan pajak bisa digunakannya untuk membayar banyak hal. Salah satunya adalah membayar gaji polisi selama satu tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duit tersebut menurutnya juga cukup untuk mendanai berbagai keperluan negara yang lain. Mulai dari membangun jembatan sepanjang 3.500 meter atau jalan raya yang membentang sampai 155 kilometer (km), membangun sampai 3 ribu pintu rumah susun, mencetak 20 ribu hektare sawah, membeli beras bagi 729 ribu keluarga miskin.
“Bisa juga dipakai untuk membangun 6 ribu ruang kelas SD atau untuk membangun rumah sakit, puskesmas, dan koperasi di kabupaten,” jelasnya.
Sayangnya, Ani, sapaan akrabnya masih mencatat kesadaran orang Indonesia untuk membayar pajak masih minim. Menurutnya hanya ada 32 juta warga negara Indonesia yang terdaftar sebagai pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dari lebih dari 250 juta warga Indonesia.
“Sedangkan jumlah yang menyerahkah SPT Tahunan Pajak hanya 22 juta jiwa. Makanya rasio pajak Indonesia termasuk yang paling rendah dibandingkan negara-negara yang setara,” kata Sri Mulyani. (gen)