Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan, dalam kesempatan itu atasannya bakal merayu 2.500 pengusaha Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara untuk ikut program pengampunan pajak di periode II yang berakhir 31 Desember 2016 mendatang.
Dalam melakukan sosialisasi, Jokowi membawa pasukan khusus tim ekonomi seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang akan memaparkan soal Undang-undang Amnesti Pajak, kemudian paparan mengenai Repatriasi dan Investasi oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad, dan paparan mengenai Peluang Investasi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tercatat sudah ada 7.286 WP setempat yang mendeklarasikan asetnya guna memperoleh surat ampunan pajak. Dana tebusannya mencapai Rp. 983 miliar,” ujar Bey, dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Senin (5/12).
Pemerintah terbilang memasang target ambisius untuk program amnesti pajak. Target uang tebusan ditetapkan sebesar Rp165 triliun, sementara uang WP yang ditransfer balik ke Indonesia atau direpatriasi ditargetkan sebesar Rp1.000 triliun sampai akhir Maret 2017 nanti.
Sayangnya, sampai pagi ini dashboard amnesti pajak yang dikelola Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) masih belum menunjukkan tanda-tanda target tersebut bakal terpenuhi dengan mudah. Jumlah uang tebusan yang diterima negara baru sebesar Rp95,26 triliun atau baru memenuhi 57,73 persen target.
Sementara uang repatriasi baru terkumpul Rp143,07 triliun, alias baru memenuhi 14,3 persen target. (gen)