VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro menjelaskan, perseroan memperoleh kontrak pengelolaan dua blok minyak dan gas bumi tersebut pada tanggal 22 Mei 2015.
Nantinya, Pertamina Hulu Energi ABAR (PHE ABAR) dan Pertamina Hulu Energi ANGGURSI (PHE ANGGURSI) akan berperan sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegiatan survei laut 2D ini membuktikan Pertamina selaku perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi meliputi minyak, gas serta energi baru dan terbarukan tetap konsisten untuk mendukung ketahanan energi nasional di tengah penurunan harga minyak dan cadangan migas yang semakin menipis.
Sebelumnya, Pertamina mengaku telah memperpanjang periode Head of Agreement (HoA) dengan perusahaan asal Arab Saudi, Saudi Aramco, dalam proyek perluasan kapasitas dan kompleksitas kilang (Refinery Development Master Plan/RDMP) Cilacap, meski poin-poin dari HoA sebelumnya belum terlaksana dengan baik.
Namun pada tanggal 24 November, perusahaannya telah melakukan negosiasi kepada manajemen Saudi Aramco untuk memperpanjang HoA hingga 31 Desember 2016.
Rachmad menilai, Saudi Aramco masih berkomitmen untuk meneruskan RDMP kilang Cilacap. Sehingga, diharapkan perusahaan patungan (Joint Venture/JV) bisa dibentuk antara 26 November hingga 31 Desember mendatang. (gir/gen)