"Tahun 2016 akan ditutup mungkin dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen. Itu memang lebih baik dari tahun lalu, tapi itu bukan suatu yang terbaik yang bisa kita lalui, kita masih bisa lebih baik lagi," tutur Sri Mulyani dalam sambutannya di acara Economic Outlook 2017 Ikatan Bank Indonesia (IBI), Jumat (9/12).
Ia mengakui, secara umum, perekonomian Indonesia tahun ini tidak terlepas dari risiko perlambatan ekonomi global dan perdagangan global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya, pertumbuhan perdagangan global lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi global, karena perdagangan sebagai lokomotif ekonomi. Bahkan, dalam tiga dekade terakhir pertumbuhan perdagangan selalu double dari pertumbuhan ekonomi," terangnya.
Tahun depan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 mengasumsikan pertumbuhan ekonomi ada di level 5,1 persen. Proyeksi ini berada di kisaran proyeksi Bank Indonesia, 5 – 5,04 persen.
"Target itu adalah asumsi yang hati-hati, namun tentu tidak mengurangi optimisme," imbuh mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut.
Sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani berjanji, untuk menjadi APBN sebagai instrumen fiskal yang kredibel. Tidak hanya membantu negara mencapai target pertumbuhan ekonominya, tetapi bisa menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.
"Saya berjanji, membuat APBN kita menjadi instrumen yang kredibel dan efektif," pungkasnya. (bir/gen)