Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,58 persen menjadi berakhir pada 19.911,21 poin dan S&P 500 naik 0,65 persen menjadi 2.271,72. Sementara indeks Nasdaq Composite menguat 0,95 persen menjadi 5.463,83.
Seperti dilansir dari Reuters, ketiga indeks utama mencetak rekor tertinggi. Dow Jones telah naik sekitar 9 persen sejak pemilu pada 8 November lalu, dengan keuntungan didorong oleh harapan presiden terpilih Donald Trump akan mengurangi pajak dan regulasi perusahaan, serta merangsang pertumbuhan ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang kami lihat adalah penguatan meluas sedikit keluar indeks Russell 2000 dan sektor keuangan. Jika Anda bullish, maka saham teknologi memang terlihat menarik di sini," kata Michael O'Rourke, Kepala Strategi Pasar JonesTrading di Greenwich, Connecticut.
Beberapa investor melihat level Dow Jones di angka 20.000 sebagai sinyal psikologis penting terkait sentimen positif yang luas.
Kenaikan tajam pasar saham AS juga telah didukung oleh data ekonomi yang positif, termasuk pasar tenaga kerja yang kuat dan kinerja perusahaan di indeks S&P 500, yang pada kuartal ketiga menghentak resesi laba selama setahun.
"Investor terdorong oleh ekspektasi bahwa Trump dan Kongres akan memberlakukan kebijakan pro-pertumbuhan dan kami melihat inflasi moderat merayap. Sementara perumahan tetap stabil dan upah terus tumbuh," kata Terry Sandven, Kepala Strategi Ekuitas US Wealth Bank Management.
Sebuah kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin telah diantisipasi, tetapi investor akan meneliti pernyataan dan perkiraan ekonomi The Fed untuk mengetahui pemikiran bank sentral tentang bagaimana pemilu Trump telah mempengaruhi prospek pertumbuhan dan inflasi.