Analis Mandiri Sekuritas Yudha Gautama mengatakan persediaan CPO Malaysia pada November 2016 naik ke 1,66 juta ton, dari 1,57 juta ton pada Oktober 2016. Jumlah itu lebih rendah dari perkiraan yaitu 1,7 juta ton.
“Kami memperkirakan persediaan musim panen pada kuartal-I 2017 masih rendah dan impor India mulai pulih. Kami memprediksi harga CPO diperdagangkan antara 3.100-3.300 ringgit per ton,” ujarnya dalam riset, Kamis (15/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Berdasarkan tren sejarah, kami prediksi penurunan produksi akan berlanjut secara bulanan hingga kuartal I 2017, in-line dengan musim produksi yang rendah,” ungkapnya.
“Kami prediksikan pada Desember 2016 ekspor masih lemah akibat larangan mata uang India,” imbuhnya.
Sementara, pada November 2016 harga kedelai naik sebesar 4,9 persen. Kenaikan ini diprediksi karena kuota biofuel yang lebih tinggi ditetapkan oleh Amerika Serikat serta lonjakan harga minyak mentah karena pemangkasan produksi oleh OPEC.