Penentuan suku bunga acuan pada bulan ini akan menjadi sangat penting karena bersamaan dengan rapat Federal Reserve yang memutuskan kenaikan suku bunga AS pada dini hari waktu Indonesia.
Bahana Securities memperkirakan bank sentral masih akan mempertahankan suku bunga di level saat ini sebesar 4,75 persen. Alasannya, tekanan inflasi pada musim liburan menjelang akhir tahun selalu mengalami kenaikan. Meskipun kenaikan tersebut tidaklah cukup besar, rupiah masih berfluktuasi, apalagi setelah The Fed menaikkan suku bunga hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menaikkan suku bunga, lanjut Fakhrul, The Fed juga menaikkan proyeksi suku bunga acuan ke kisaran 1,1 persen-1,4 persen pada 2017.
Pada bulan lalu tercatat indeks harga konsumen sebesar 0,47 persen, karena naiknya harga cabai merah atau secara tahunan sebesar 3,58 persen.
Ke depan, Bahana memperkirakan BI 7-days repo rate akan berada pada fase yang akomodatif, walau prospek harga minyak yang meningkat akan membatasi langkah bank sentral untuk bermanuver dengan suku bunga.
"Dengan berbagai kebijakan di dalam negeri dan global yang terjadi, Bahana memperkirakan rupiah akan berada pada kisaran Rp 13.500 per dolar AS," jelas Fakhrul. (gir)