Direktur Operasi dan Pemasaran Perindo Dendi Anggi Gumilang menjelaskan, setelah menyentuh pasar di kawasan Asia Pasifik belum lama ini, jelang pergantian tahun ini Perindo kembali melakukan kerja sama ekspor ikan olahan ke AS.
"Sudah ekspor rajungan olahan dan ikan ke Amerika. Ada dua kontainer dengan bobot sekitar 30 ton," ujarnya, Selasa (27/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, ini ekspor pertama, tapi bukan yang terakhir. Nanti, kami akan lakukan ekspor ke Amerika secara berkala, paling tidak dua bulan sekali," imbuhnya.
"Kami merata yah. Kemarin Tahuna, sekarang Unit Pengolahan Ikan di Kanci (Cirebon)," terang Dendi.
Ia melanjutkan, pada akhir kuartal IV, Perindo juga melakukan ekspor ikan kerapu hidup ke Hong Kong. Padahal, sebelumnya, Perindo hanya mampu mengekspor produk ikan beku berupa stik ikan tenggiri wahoo, fillet ikan mahi, fillet kakap, fillet ikan kerapu dan rajungan yang berasal dari Cirebon, Bitung, serta Maumere.
"Bulan (Desember) ini kami juga ekspor ikan hidup, tepatnya jenis kerapu dari Denpasar, kami ekspor dengan (menggunakan) kargo udara," tutur dia.
Hal ini dikarenakan, produksi ikan kerapu hidup dengan kualitas super terus meningkat. Ikan kerapu ini merupakan ikan hasil produksi Keramba Jaring Apung (KJA) di Buleleng, Bali.
"Hingga akhir Desember ini, kami tahu KJA di Buleleng bisa hasilkan ratusan kilogram ikan kerapu. Tahun depan, kami akan tambah KJA bukan hanya di Bali, tetapi juga di kota lain. Jadi, targetnya bisa hasilkan (kerapu) hingga ribuan ton," kata dia.
Sehingga, pihaknya bisa segera mengekspor ikan segar maupun hidup ke kawasan Asia Selatan tepatnya di Srilanka dan juga Negara lainnya, seperti Kanada. (bir)