"Desember cadev naik, Januari turun lagi untuk membayar utang. Penurunannya saya rasa US$1 miliar hingga US$2 miliar. Kalau Desember posisi devisa US$116,4 miliar, kira-kira Januari US$114 miliar hingga US$115 miliar," tutur Ekonom Maybank Indonesia Juniman saat dihubungi CNNIndonesia.com, kemarin.
Selain pembayaran utang pemerintah, Bank Indonesia (BI) juga akan menggunakan cadev untuk melakukan operasi moneter. Hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pasar sudah merasakan efek Trump sejak November lalu, keyakinan itu juga dipicu oleh datangnya aliran modal masuk (inflow) yang terjadi di pasar modal dan keuangan pada awal tahun ini.
"Awal tahun, mereka investor akan mencari investasi portfolio dan Indonesia masih menarik meskipun ada masalah dengan JP Morgan," jelasnya. (gen)