Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, permintaan ini tak lepas dari menurunnya tren perdagangan dan investasi Indonesia-Korea Selatan karena menurunnya kondisi ekonomi dunia.
"Jumlahnya masih besar, tapi trennya agak menurun. Maka Presiden meminta dukungan parlemen (Korsel) kiranya kedua negara dapat meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi," kata Retno di Istana Merdeka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sye Kyun bahkan tak hanya akan membantu Indonesia dalam bidang pedagangan dan investasi. Dukungan diberikan dalam berbagai sektor demi mendekatkan hubungan kedua negara.
Hal itu dikonfirmasi secara terpisah oleh Sye Kyun. Ia menegaskan Indonesia merupakan mitra strategis Korea Selatan sejak 1973.
"Masyarakat Korea sangat memperhatikan dan sangat suka Indonesia. Saya pikir hubungan kedua negara ini akan sangat menguat lagi," kata Sye Kyun.
Pertemuan Jokowi dengan Parlemen negeri gingseng dilakukan sebelum di akhir pekan nanti, Jokowi menjamu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang akan datang membicarakan sejumlah rencana kerja sama ekonomi.