Dalam laporan kuartalan Januari 2017, Bank Dunia menyebut pemerintah masih harus terus memutar otak untuk memungut penerimaan negara melalui pajak namun di samping menggenjot penerimaan negara, pemerintah juga harus dipusingkan dengan bagaimana cara membelanjakan anggaran yang lebih tepat sasaran.
Dalam sambutannya. Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves mengatakan, Bank Dunia merekomendasikan pemerintah untuk meningkatkan kualitas belanja guna mendongkrak pertumbuhan yang juga berkualitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bank Dunia mengatakan ada risiko meski pemerintah telah memangkas target penerimaan pajak. Mengumpulkan uang dan pajak itu memang penting, tapi lebih penting lagi tentang bagaimana membelanjakannya dengan baik dan efektif. Apakah itu akan dibelanjakan untuk anggaran pendidikan, militer, maupun subsidi," ujar Sri Mulyani, Selasa (17/1).
Oleh sebab itu, ia pun menuntut lembaga think thank sekelas Bank Dunia maupun Center for Strategic and International Studies (CSIS) bisa memberikan rekomendasi yang lebih solutif dan berdampak langsung terhadap kebijakan pemerintah.
"Saya menantang Bank Dunia dan lembaga seperti CSIS, apakah Anda punya ide yang lebih baik tentang bagaimana caranya menggunakan anggaran lebih baik sehingga bisa mengurangi kemiskinan? Jangan hanya bicara 'apa', namun beri tahu kami bagaimana caranya," tegas Sri Mulyani.
Tahun ini, lanjutnya, pemerintah telah menganggarkan belanja sebesar Rp2.080 triliun. Dari total tersebut, mayoritas anggaran akan dieksekusi oleh Pemerintah Daerah Ia menilai hal ini menjadi tantangan besar, mengingat kapabilitas maupun kapasitas setiap pemerintah daerah dalam menggunakan anggaran berbeda-beda.