Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto mengatakan sosialisasi dan soft launching Kartu Pekerja Indonesia-Hong Kong telah digelar dihadapan kurang lebih 500 Buruh Migran Indonesia di kantor cabang Hong Kong pada 22 Januari 2016.
"Ada potensi akuisisi tabungan mencapai 25 ribu pekerja migran Indonesia di Hong Kong. Karena kartu ini juga memiliki multi fungsi, selain menjadi kartu Debit atau ATM BNI juga menjadi Kartu Identitas Pekerja," ujar Suprajarto dalam keterangan resmi, Senin (23/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kartu juga dapat digunakan sebagai kartu belanja di toko yang memiliki EDC berlogo MasterCard, kesempatan memperoleh program pelatihan kewirausahaan dari BNI, "KAMI bersama BNI", serta berkesempatan mendapatkan BNI Simponi dan fasilitas KPR BNI Griya untuk pembelian rumah baru atau renovasi melalui BNI Cabang Hong Kong.
Perseroan juga menawarkan cross selling produk yang diberikan seperti fasilitas BNI Griya untuk pembelian rumah baru/pembangunan/renovasi. Kemudian BNI Tapenas serta fasilitas autodebet ke BNI Simponi untuk persiapan masa pensiun.
Jika saldo tabungan sudah cukup besar juga dapat dipindahkan ke BNI Deposito, maka nasabah juga dapat mengajukan fasilitas BNI TKI Purna. Serta melakukan autodebet untuk iuran BPJSTK (jaminan keamanan kerja) dan iuran BPJS KS (jaminan kesehatan).
Kartu Debit BNI - KPIH juga dapat digunakan untuk belanja di Merchant EDC yang berlogo MasterCard.
BNI juga membuka kesempatan bagi para pekerja migran yang berniat berusaha di tanah air untuk mendapatkan dukungan finansial, antara lain dengan kucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) TKI. Para pekerja migran tersebut dapat menghubungi sentra kredit kecil BNI yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mengajukan KUR.
Hingga akhir 2016, BNI telah menyalurkan KUR khusus untuk TKI yang bekerja di Hong Kong kepada sebanyak 386 debitur, yang disalurkan melalui tujuh sentra kredit. Nilai KUR TKI Hong Kong yang telah disalurkan mencapai Rp5,3 miliar.
KUR TKI BNI juga disalurkan kepada para pekerja migran yang pernah bekerja di Singapura, Jepang, serta Taiwan. Total pekerja migran yang telah mendapatkan KUR TKI dari BNI mencapai 2.463 debitur hingga 31 Desember 2016 dengan nilai Rp38,69 miliar.