Funding & Wealth Management Business Head Bank KEB Hana Gempur Eskandaru Widiansyah menyatakan, total pendapatan dari lini bisnis wealth sendiri sebesar Rp25 miliar pada tahun lalu. Artinya, perusahaan menargetkan paling tidak sebesar Rp50 miliar untuk tahun ini.
"Untuk yang premi bancassurance Rp2,3 triliun, kalau total under asset management (AUM) atau dana kelolaan mutual fund masih dibawah Rp20 miliar," ungkap dia, Selasa (24/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui kerja sama ini, keduanya meluncurkan produk iPro-Link. Dengan begitu, kerja sama ini, nasabah Bank KEB Hana akan mendapatkan fasilitas dan kemudahan untuk memiliki layanan proteksi diri pada perusahaan asuransi yang terpercaya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester pertama 2016 mencapai 5,04 persen. Sementara, pada kuartal III 2016, pertumbuhan ekonomi berada pada angka 5,02 persen.
Lihat saja, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan industri asuransi di Indonesia sebesar Rp158,68 triliun pada kuartal III 2016. Angka tersebut naik 78,1 persen dibanding periode yang sama tahun 2015. Selain itu, pertumbuhan investasi juga meningkat 25,7 persen menjadi Rp307,29 triliun.
Untuk diketahui, iPro-Link ini merupakan produk asuransi jiwa unit link yang didesain untuk memaksimalkan porsi investasi agar nasabah mendapatkan imbal hasil yang maksimal.
Martin menjelaskan, produk iPro-Link ini dibebaskan dari biaya akuisisi dan biaya administrasi sejak tahun pertama. Menurutnya, nasabah dapat proteksi atas risiko cacat permanen hingga usia 70 tahun dan proteksi atas risiko nasabah yang meninggal dunia hingga usia 99 tahun. (gen)