President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin menjelaskan, pendapatan pada Januari-Desember 2016 sebesar Rp4,03 triliun berasal dari bisnis aeronautika seperti Tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U), biaya pendaratan pesawat, dan pemakaian garbarata.
“Sementara itu, bisnis nonaeronautika seperti konsesi, sewa ruang, reklame, serta bisnis kargo dan sebagainya pada periode yang sama mencetak pendapatan Rp2,62 triliun,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (29/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan arus penumpang pesawat ini antara lain dipicu kebijakan perseroan yang memberikan sejumlah insentif kepada maskapai yang membuka rute internasional baru di sejumlah bandara serta bagi maskapai yang mengoperasikan extra flight di luar jam reguler bandara.
“Efisiensi untuk efektifitas yang lebih baik khususnya pada kuartal IV 2016 juga membantu AP II dapat meraih pendapatan Rp6,65 triliun, di mana angka tersebut lebih tinggi dari target awal perseroan Rp6,57 triliun.”
Adapun pembentukan dua anak usaha baru ini sejalan dengan tengah dilakukannya penataan pada corporate level strategy dan business level strategy, serta bagian dari implementasi penerapan program “Triple-GB” yang membuat AP II menjadi Getting Bigger, Getting Broader dan Getting Better. (gir)