Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengungkapkan, meskipun level inflasi itu lebih tinggi dibandingkan bulan Desember 2016,0,47 persen, maupun inflasi periode yang sama tahun lalu, 0,51 persen, BI menilai tingkat harga masih terjaga. Pasalnya, secara tahunan, inflasi Januari hanya sebesar 3,21 persen (year on year/yoy).
"Inflasi Januari masih terjaga dan masih sesuai target BI," tutur Agus saat ditemui di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Selasa (31/1) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, komoditas yang harganya turun antara lain cabai merah, bawang merah dan tomat sayur.
Kontributor utama inflasi Januari berasal dari harga yang diatur pemerintah antara lain kenaikan rata-rata harga Bahan Bakar Minyak non-subsidi sekitar 4 persen serta kenaikan biaya administrasi surat kendaraan bermotor.
"Sementara, tarif listrik non-subsidi juga naik hampir 1 persen pada bulan Desember 2016, dampaknya pada inflasi Januari 2017 relatif kecil. Dampak kenaikan tarif listrik pada awal Januari 2017 baru akan terefleksi pada inflasi Februari 2017," kata Josua melalui pesan singkat.
Hal sama juga terjadi pada inflasi inti yang masih cenderung stabil di kisaran 3,08 persen (yoy) dari bulan sebelumnya, 3,07 persen (yoy).
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan tingkat inflasi Januari 2017 pada pukul 11.00 siang ini. (gir)