CEO dan Co-Founder UangTeman Aidil Zulkifli mengatakan, saat ini serapan dana pinjaman yang disediakan masih terpusat di Pulau Jawa. Padahal kegiatan ekonomi di luar Pulau Jawa sangat potensial dan perlu dukungan lembaga jasa keuangan.
Ia berharap kehadiran UangTeman di pulau Dewata itu bisa memperkecil gap terhadap kebutuhan pinjaman yang sangat besar di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, UangTeman mengalokasikan pinjaman hingga Rp100 miliar yang siap dikucurkan ke seluruh daerah. Angka ini meningkat dari realisasi pinjaman yang diberikan selama tahun 2016 yakni sebesar Rp35 miliar.
Sementara itu Deputi CEO Rio Quiserto menjelaskan, ekspansi ke Bali seiring dengan angka permintaan aplikasi yang terus meningkat. UangTeman menyediakan plafon pinjaman hingga Rp4 juta dengan tenor 30 hari bagi setiap nasabah.
Untuk pinjaman, pertama nasabah bisa mengajukan pinjaman hingga Rp3 juta dengan bunga 1 persen per hari. Apabila nasabah dapat melunasi pinjaman pertamanya tepat waktu, nasabah diperkenankan mengajukan pinjaman kedua hingga Rp4 juta dengan beban bunga turun menjadi 0,75 persen per hari.
Apabilah nasabah melewati masa tenggat waktu masa pelunasan, nasabah akan dibebankan biaya layanan tambahan sebesar Rp50.000 satu kali dan tambahan biaya lain berjalan sebesar Rp10.000 per hari.
Soal legalitas, menurut Direktur Marketing dan Komunikasi UangTeman Donna Arifin mengatakan, saat ini UangTeman tengah menunggu keluarnya izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dona mengatakan, perseroan menargetkan bakal mendapat perizinan pada akhir kuartal I 2017.
Saat ini total nasabah UangTeman sejak 2015 sudah ada lebih dari 5.000 nasabah dengan jumlah transaksi 16.000 kali dengan jumlah pengajuan aplikasi sebanyak 50.000 aplikasi.
Selama 22 bulan beroperasi di Indonesia, Rio menerangkan, UangTeman telah melayani di wilayah Jabodetabek, Yogyakarta, Magelang, Solo, Bandung, Surabaya dan Semarang. Pada akhir Februari nanti, UangTeman akan melanjutkan ekspansinya di Makassar. (gir)