Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, pemerintah akan mengumpulkan limbah kelapa sawit dari beberapa pabrik kelapa sawit (PKS) dan menyalurkannya ke PT PLN (Persero).
Dengan cara ini, PLN akan lebih efisien dalam membeli limbah kelapa sawit dibanding membeli satu per satu dari PKS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan buat clustering untuk setiap beberapa PKS, lalu penyalurannya akan diberikan ke PLN sehingga nanti biaya keekonomiannya bisa lebih murah. Kalau pipanya disambungkan satu per satu ke PLN itu kan bisa lebih mahal," jelas Rida, Jumat (3/2).
"Ini rencananya kami akan bentuk Peraturan Menteri terkait hal ini. Kemarin kami sudah bicara dengan PLN, dan mereka pun setuju dengan usulan seperti ini. Tujuannya agar lebih ekonomis saja," terangnya.
Menurut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2016 hingga 2025, kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga biomassa atau sampah diharapkan bisa sebesar 488 Megawatt (MW) di tahun 2025. Angka itu mengambil 2,14 persen dari total rencana kapasitas terpasang pembangkit EBT sebesar 22.186 MW.
Menurut data PLN per November 2016, saat ini pembangkit EBT tercatat 5.953 MW atau 11 persen dari total kapasits pembangkit nasional 54.015 MW. (gir)