"Untuk tahun 2017, konsumsi kita jaga paling tidak supaya setara dengan rata-rata 10 tahun sedangkan investasi akan positif lebih besar," tutur Sri Mulyani usai menghadiri sebuah acara di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Selasa (7/10).
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,1 persen (year-on-year/yoy). Untuk mencapai laju ekonomi tersebut, laju investasi ditargetkan sebesar 6 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Mulyani mengungkapkan, timbulnya keyakinan terhadap prospek investasi tahun ini dipicu oleh beberapa faktor.
Sepanjang 2016 pertumbuhan kredit hanya sebesar 7,87 persen. Tahun ini pertumbuhannya diperkirakan mencapai 9 hingga 12 persen.
Dari sisi pasar modal, momentum positif masih terjaga selama kepercayaan, fundamental makro, dan momentum perbaikan pertumbuhan ekonomi terjaga.
Lebih lanjut, Sri Mulyani juga berharap Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tetap menjadi kontributor yang bisa diandalkan.
"Selama ini sudah cukup baik meskipun dalam situasi ekonomi yang sebetulnya secara eksternal kurang baik. Meski ada ancaman kenaikan Fed Fund Rate, appetite investor tetep robust," jelasnya. (gir)