Menurut Sri Mulyani, pemerintah memerlukan seluruh amunisi yang diperlukan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,1 persen. Salah satunya adalah dengan memastikan penerimaan perpajakan tercapai sebagai modal belanja negara.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017, pemerintah menargetkan penerimaan perpajakan sebesar Rp1.498,9 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Baik dari jumlah pembayar pajak aktif di Indonesia, kalau kita lihat hanya 62 persen dari total wajib pajak yang memiliki SPT atau yang benar-benar bayar pajak. Maupun dari sisi jumlah wajib pajak (WP) yang berkontribusi," kata Sri Mulyani, Selasa (7/2).
"Dari komposisi pajak, manufaktur yang terbesar. Tapi dari sisi produksi, belum ada keseimbangan antar sektoral dalam kontribusi negara. Ini pelajaran bagi kami, ekonomi harusnya base-nya besar dan tidak tergantung pada sedikit sektor," ujar Sri Mulyani.
Untuk itu, pemerintah menurutnya bertekad memperbaiki seluruh iklim investasi agar sektor yang berpotensi baik bisa berkembang dan kalau perlu diberikan insentif. (gen)