Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menuturkan, runway ketiga didesain dengan dimensi 3 ribu x 60 meter persegi dan ditargetkan sudah bisa digunakan pertengahan 2018 mendatang.
“Runway ketiga akan mendukung peningkatan pergerakan pesawat di Soekarno-Hatta menjadi 114 pergerakan per jam. Penambahan runway ini juga untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, yang pada 2025 diperkirakan lebih dari 100 juta,” kata Awaluddin, Senin (13/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awaluddin memperkirakan, untuk dapat menyelesaikan pembangunan runway ketiga, perusahaan yang dipimpinnya membutuhkan dana Rp2 triliun.
“Runway ketiga dibangun di sisi utara bandara dan saat ini proyek tersebut tengah dalam proses procurement sehingga kami targetkan pada April 2017 dapat dilakukan groundbreaking,” jelas Awaluddin.
Adapun pembangunan runway ketiga membutuhkan luas lahan mencapai 216 hektare. Dari kebutuhan lahan tersebut, AP II telah memiliki tanah seluas 42,85 hektare sehingga diperlukan pembebasan tanah seluas 173,19 hektare yang dibiayai dengan dana Penyertaan Modal Negara sebesar Rp4 triliun.
“Tanah yang dibebaskan mencakup wilayah Kota Tangerang yakni Kelurahan Selapajang Jaya dan Kelurahan Benda, serta wilayah Kabupaten Tangerang yaitu Desa Bojong Renged, Desa Rawa Burung dan Desa Rawa Rengas,” katanya.