Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro menjelaskan, Waskita Toll Road membutuhkan dana sekitar 30 persen dari total nilai proyeknya sebesar Rp70 triliun melalui pinjaman kepada perbankan. Itu berarti, sekitar Rp21 triliun.
Namun, perusahaan telah mengantongi suntikan modal sebesar Rp3,5 triliun dari skema yang dibuat pemerintah, Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA). Artinya, perusahaan telah memiliki modal sebanyak Rp9,5 triliun, sehingga kekurangannya menjadi hanya Rp11,5 triliun.
Sementara itu, Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menyebutkan, Taspen menyuntikan modal lebih tinggi dibandingkan dengan Sarana Multi Infrastruktur, di mana suntikan modal Taspen sebesar Rp2 triliun, dan Rp1,5 triliun berasal dari Sarana Multi Infrastruktur.
"Porsi saham keduanya sebesar 29 persen, terdiri dari 16,6 persen Taspen dan sisanya Sarana Multi Infrastruktur," ungkap Choliq.
Saat ini, lanjut Choliq, Waskita Karya memiliki total tol sepanjang 1.100 kilometer (km). Namun, dari total tersebut, tol yang beroperasi baru sepanjang 57 km dan diestimasikan akan bertambah 270 km akhir tahun ini.
"Pada akhir 2018 selesai semua," ucap Choliq.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT