Ia menyoroti beberapa hal yang harus diperbaiki jajaran Kementerian Perdagangan. Hal itu disampaikannya saat membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan 2017. Salah satunya adalah pasar baik dalam dan luar negeri.
Jokowi berpendapat, pejabat atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) selama ini bekerja tanpa membawa terobosan terutama dalam mengggarap pasar-pasar di luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyadari, Amerika Serikat, Jepang, China, dan Eropa merupakan pasar besar. Namun, masih banyak negara lainnya yang berpotensi besar dan dapat 'digarap' Indonesia.
Ia meminta hal ini diperbaiki dan dimulai dengan menggelar pameran dengan peserta UMKM yang berstandar. Ia tak mempermasalahkan harus mengeluarkan anggaran lebih besar demi lokasi pameran yang bagus dan strategis. Menurutnya, itu membantu meningkatkan citra perdagangan Indonesia.
"Bayar mahal enggak apa-apa. Jangan cari tempat dekat toilet saya tahu di situ diskonnya banyak.Tapi brand kita jatuh kalau tempat pamerannya begitu. Kebiasaan seperti ini hilangkan," tutur mantan Wali Kota solo ini.
Dalam Negeri
Sementara itu untuk di dalam negeri, ia meminta revitalisasi pasar tradisional benar-benar dilakukan. Pemerintah tahun ini menargetkan 1.000 pasar direvitalisasi.
Jokowi menginstruksikan, setelah fisik pasar diperbaiki, jajaran Kemdag harus masuk ke pembenahan manajemen. Mulai dari penataan barang, manajemen pasar, modal, dan pelayanan terhadap konsumen.
"Memang bekerja dengan cara yang saya sampaikan perlu energi lebih dan pikiran yang lebih capai. Tapi pedagang kecil perlu bimbingan kita karena berpuluh tahun mereka tidak pernah berubah," tegas Jokowi. (gen)