"Kami harap, laporan tersebut dapat mendukung pesan betapa penting dan mendesaknya penurunan ketimpangan," ujar juru bicara Oxfam Indonesia Dini Widiastuti, mengutip Antara, Kamis (23/2).
Oxfam dan International NGO Forum on Indonesia Development (lNFlD) merilis laporan tentang ketimpangan di Indonesia dengan judul "Menuju Indonesia yang Lebih Setara" sebagai upaya memberikan kontribusi pemikiran terhadap penurunan ketimpangan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah uang yang diperoleh setiap tahun dari kekayaannya cukup untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia," tulis laporan tersebut.
Terkait ketimpangan, Oxfam dan INFID merekomendasikan penyusunan rencana nasional yang mampu memperlihatkan penanganan ketimpangan dan mencapai target menurunkan koefisien gini, termasuk antara daerah dan perkotaan.
Sebagaimana diketahui, capaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Indonesia belum diimbangi dengan pembagian pendapatan yang lebih merata.
Dalam 20 tahun terakhir, tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup stabil, dan proporsi masyarakat yang hidup dalam kemiskinan ekstrem telah berkurang dari 40 persen menjadi sekitar 8 persen.
Namun, kesenjangan antara kaum sangat kaya dan penduduk lainnya di lndonesia tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara.
Melebarnya kesejangan antara kekayaan orang super kaya dan kelompok masyarakat lainnya tersebut adalah ancaman serius pada kesejahteraan rakyat, karena jika tidak segera diatasi akan menyebabkan ketidakstabilan di masyarakat, serta menghambat upaya pemerintah menurunkan kemiskinan.
"Indonesia menghadapi tantangan ketimpangan yang multidimensi. Namun, Presiden Joko Widodo memiliki kesempatan untuk membuktikan Indonesia dapat menjadi negara yang memimpin perjuangan global melawan ketimpangan," terang Direktur Advokasi dan Kampanye Oxfam lntenasional Steve Price Thomas. (bir/gen)