Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon menyebut, pertumbuhan penyaluran kredit paling besar terjadi untuk kredit modal kerja dan konsumsi. Sementara, kredit investasi masih cenderung melambat.
"Tetapi, jika secara year on year kuartal pertama tahun lalu, ya sesuai gejala awal tahun, kemungkinan masih menurun. Mudah-mudahan tahun ini masih bisa dua digit," ujarnya, Senin (27/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini karena kredit agak menurun, sehingga pembaginya lebih kecil. Jadi, hasilnya NPL lebih besar," jelas Nelson.
Penurunan suku bunga kredit bukan hal mudah bagi perbankan, karena masih tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global. Rencana kenaikan bunga Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serika (AS) dikhawatirkan menarik likuiditas dari dalam negeri dan membuat perbankan sulit menurunkan suku bunga.
"Memang, tidak mudah untuk penurunan suku bunga, tetapi kami harapkan terus berlanjut," imbuh dia.
Sekadar catatan, suku bunga kredit perbankan baru turun 78 bps (0,78 persen), sedangkan suku bunga deposito sudah turun 128 bps (1,28 persen) sejak 2016. (bir)