Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) memperkirakan bonus demografi Indonesia akan berakhir sekitar 2030-an.
Penduduk Indonesia diproyeksikan akan berjumlah 285 juta pada 2025 dan 306 juta pada 2035. Dengan asumsi angka partisipasi angkatan kerja kurang lebih sama dengan saat ini, akan terdapat sekitar 196 juta angkatan kerja pada 2025 dan sekitar 210 juta angkatan kerja pada 2035.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bonus demografi tidak bisa dipetik tiba-tiba. Harus ada upaya untuk mempersiapkan manusia yang berkualitas, yang harus dimulai sejak manusia masih ada dalam kandungan hingga menjelang akhir hidupnya," ujar Sri Moertiningsih, Selasa (28/2).
"Ibaratnya saat ini rumah tangga sudah tidak dibebani anak-anak lagi sehingga ekonomi lebih mudah melaju. Landasan ini sudah ada, tetapi kalau dilihat dari penyerapan tenaga kerja, Indonesia memang belum siap menghadapi bonus demografi," ujarnya.
Langkah Perbaikan
Menurutnya untuk menghadapi bonus demografi terdapat pokok-pokok strategi yang harus diperhatikan seperti pendidikan sejak dini, program kerja bagi generasi muda, peningkatan peran perempuan serta menciptakan lingkungan yang ramah bagi lansia.
Saat ini, menurutnya kebijakan ekonomi yang telah dirilis oleh pemerintah memang turut membantu mengurangi angka pengangguran. Namun perlu dilakukan evaluasi kembali atas efektivitasnya dalam mengurangi angka pengangguran.
"Di Thailand tingkat penganggurannya hanya 0,56 persen. Hampir seluruh warganya punya pekerjaan. Itu bukti pemerintahnya berhasil memberdayakan masyarakatnya ke sektor yang kecil sekalipun," pungkasnya. (gen)