Pada 2015 lalu, klaim yang dibayarkan perseroan cuma Rp4,5 triliun. Namun, akhir tahun lalu menjadi sebesar Rp8,1 triliun. Antara lain, klaim jaminan kecelakaan Rp8,12 miliar, dan jaminan kematian sebesar Rp752,07 miliar.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, klaim jaminan kecelakaan cuma Rp538,7 juta, sedangkan klaim jaminan kematian sebesar Rp44,13 miliar. Pertumbuhan klaim ini kemudian menekan hasil usaha perseroan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Keuangan Taspen Iman Firmansyah mengatakan, alokasi distribusi aset terbesar di sepanjang tahun lalu ditaruh di surat utang negara (SUN) dan obligasi korporasi atau mencapai 74 persen.
Diakui, sejak 2015, Taspen memang mengubah strategi investasinya dengan mengurangi porsi deposito sebagai konsekuensi dari penurunan tingkat bunga perbankan. Hasilnya, tercermin dari peningkatan hasil investasi yang melonjak 23,04 persen menjadi Rp15,21 triliun dari sebelumnya Rp12,36 triliun. (bir)