Luhut menjelaskan, istri Perdana Menteri Singapura itu merupakan kenalannya ketika menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk Singapura.
"Beliau berkunjung menanyakan mengenai perkembangan Indonesia terakhir, baik dari segi politik, keamanan maupun ekonomi. Kami banyak bicara tentang ekonomi. Beliau memberikan pandangan, juga tertarik melihat investasi Indonesia," ujarnya, mengutip Antara, Senin (6/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang baik dinilai positif untuk tujuan menanamkan modal. Di sisi lain, Singapura juga merupakan investor terbesar di Indonesia dan wajar jika ingin terus meningkatkan investasinya di Tanah Air.
Menurut Luhut, Madam Ho Ching sempat menanyakan fokus pembangunan Indonesia, di mana BUMN Singapura bisa bekerja sama.
"Saya bilang infrastruktur banyak, mulai dari 'water purification' (pemurnian air) sampai jalan, listrik, pelabuhan laut, bandara, pertanian juga," jelasnya.
Kemudian, lanjut Luhut, Madam Ho Ching menyatakan ketertarikan untuk berinvestasi di kawasan Batam, Bintan, dan sekitar Karimun yang dekat dengan Singapura.
"Saya tawarkan juga kerja sama di Pulau Telok (Nias) dan Nipa (Kepulauan Riau). Dia melihat Temasek ada peluang ke sana," ucapnya.
Ada pun proyek yang bisa digarap antara lain tanki penyimpanan, pelabuhan dalam. "Misal, di daerah itu kan kedalaman lautnya dalam. Jadi, bisa saja jadi pelabuhan yang dalam. Kami juga bicara soal 'spill over' (limpahan) dari Singapura kalau ada kapal yang tidak bisa diakomodasikan Singapura ya bisa ke situ," tutur dia. (bir)