Dikutip dari kantor berita Antara, para pekerja tersebut sudah mengerubungi kantor Menteri ESDM Ignasius Jonan sejak pukul 10.00 WIB. Kehadiran para pekerja yang mengenakan atribut keselamatan kerja lengkap itu membuat lalu lintas jalan Medan Merdeka Selatan ke arah jalan MH. Thamrin sedikit tersendat.
Salah satu spanduk yang diusung peserta aksi bertuliskan dukungan terhadap Kontrak Karya (KK) Freeport, bukan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) seperti yang diwajibkan pemerintah agar perusahaan Amerika Serikat (AS) tempatnya bekerja bisa tetap mengekspor konsentrat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ari menjelaskan bahwa sudah banyak masyarakat Papua yang bekerja di Freeport dirumahkan setelah keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 2017 yang menginstruksikan perubahan status tersebut jika perusahaan tambang ingin meneruskan ekspor konsentratnya.
“Coba pergi ke tambang Freeport, sekarang sudah sepi, kalau pun ada yang bekerja, kawan kami harap-harap cemas akan mendapatkan surat PHK. Yang kami minta adalah kejelasan nasib kami, janganlah jadi korban atas polemik yang terjadi," kata Ari. (gen)