"Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ini disetujui pemberian dividen 30 persen," kata Harris, Jumat (10/3).
Namun demikian, perusahaan belum menentukan waktu pembagian dividen dan cum dividen tunai di pasar reguler dan negosiasi. "Nah belum, masih koordinasi dulu," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menyetujui pembagian dividen sebesar 30 persen, perusahaan juga menyetujui perubahan jajaran direksi dan komisaris. Berikut daftar manajemen perusahaan yang baru:
Komisaris Utama: M. Fadjroel Rachman
Komisaris: Bobby A.A. Nazief
Komisaris: Wicipto Setiadi
Komisaris:Rildo Ananda Anwar
Komisaris Independen: Muchlis Rantoni Luddin
Komisaris Independen: Hironimus Hilapok
Direksi:
Direktur Utama: Budi Harto
Direktur : Haris Gunawan
Direktur: BEP. Adji Satmoko
Direktur : Budi Saddewa Soediro
Direktur Pundjung Setya Brata
Direktur: V Partha Sarathi
Kantongi Kontrak Baru
Dalam kesempatan yang sama, perusahaan memamerkan kontrak baru per akhir Februari 2017 sebesar Rp21 triliun. Kontrak tersebut terdiri dari, LRT Jakarta Bogor Depok Bekasi (Jabodebek) senilai Rp19,5 triliun, TBS Asiana Rp250 miliar, serta pembangunan pabrik obat senilai Rp117,2 miliar.
"Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru didominasi oleh lini bisnis konstruksi sebesar 99,3 persen," jelasnya.
Kemudian, untuk kontribusi kontrak dari swasta sebanyak tiga persen, BUMN 3,3 persen, dan APBN/APBD 93,7 persen. Selain itu, untuk tipe pekerjaannya sendiri, perolehan kontrak baru terdiri dari, pekerjaan gedung 4,6 persen, jalan dan jembatan 1,6 persen, dan infrastruktur lainnya 93,8 persen. (bir)