Adhi Karya Rampungkan Skenario Pembiayaan LRT

Yuliyanna Fauzi , CNN Indonesia | Jumat, 10/03/2017 08:24 WIB
Adhi Karya Rampungkan Skenario Pembiayaan LRT Sebanyak 33 persen pembiayaan LRT atau sekitar Rp9 triliun melalui PMN, sementara 67 persen lainnya atau Rp18 triliun akan dicari Adhi Karya lewat utang bank. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Adhi Karya (Persero) mengungkapkan skema pembiayaan proyek pembangunan kereta api jenis Light Rapid Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) telah rampung disusun dengan pembagian sebanyak 33 persen ditanggung oleh pemerintah dan 67 persen lainnya didapat dari suntikan perbankan.

Harris Gunawan, Direktur Keuangan Adhi Karya mengatakan, sebanyak 33 persen pembiayaan yang ditanggung oleh pemerintah akan diberikan kepada dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menggarap proyek, yakni Adhi Karya dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).

"Itu dari pemerintah melalui PMN yang jumlahnya Rp9 triliun untuk Adhi Karya dan KAI," ucap Harris kepada CNNIndonesia.com, kemarin.

Dari PMN senilai Rp9 triliun tersebut, Harris merinci, sebanyak Rp1,4 triliun telah diberikan kepada Adhi Karya pada tahun lalu. Sementara, kepada KAI, pemerintah telah memberi PMN sebesar Rp2 triliun di tahun lalu. Sedangkan sisanya, Rp5,6 triliun, akan diberikan pemerintah kepada KAI di tahun ini atau bertahap hingga tahun depan.

Sementara, 67 persen lainnya atau senilai Rp18 triliun akan dipenuhi dari hasil patungan perbankan BUMN dan swasta dengan pimpinan penyuntik dana digawangi oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

"Nanti tinggal diatur berapa dan perbankan mana saja yang terlibat, misalnya ada Mandiri, ada Eximbank Indonesia," imbuh Harris.

Kemudian, tak hanya perbankan BUMN dan swasta, Harris bilang, perusahaan pembiayaan infrastruktur milik negara, yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI juga akan terlibat.

Dengan skema pembiayaan tersebut, Harris meyakini, Adhi Karya sebagai kontraktor bisa melaksanakan tugas dan merampungkan proyek LRT sepanjang 43 kilometer tersebut sesuai dengan target yang diinginkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni sebelum perhelatan Asean Games 2018.

Pasalnya, pikiran Adhi Karya tak lagi terbebani dengan tanggung jawab mencari pendanaan saat diminta pemerintah sebagai kontraktor sekaligus investor. Bersamaan dengan itu, Adhi Karya mendapat sokongan dari KAI.

"Skema pembiayaan sudah jelas, tinggal jalankan sesuai target. Targetnya tidak boleh meleset," tegasnya.

Untuk diketahui, proyek LRT Jabodebek memerlukan pembiayaan sebesar Rp23,3 triliun untuk pembangunan prasarana. Namun, secara keseluruhan atau termasuk pembangunan sarana, proyek memerlukan pendanaan mencapai Rp27 triliun.

Pembangunan LRT Jabodebek akan terbagi dalam dua tahap, yakni tahap I terdiri dari tiga lintas layanan; Cawang-Cibubur sepanjang 14,3 kilometer dan empat unit stasiun, lintas Cawang-Bekasi Timur sepanjang 18,5 kilometer dengan lima unit stasiun, dan lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas sepanjang 10,5 kilometer dan tujuh unit stasiun.

Sedangkan untuk pembangunan tahap II terdiri dari tiga lintas layanan, yakni Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol. Adapun sampai akhir tahun ini, ditargetkan proyek rampung mencapai 40 persen.