Mengawali Pekan, IHSG Diprediksi Tertekan

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Senin, 13/03/2017 08:55 WIB
Mengawali Pekan, IHSG Diprediksi Tertekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi tertekan pada perdagangan hari ini karena pelaku pasar menahan diri menjelang sejumlah sentimen global. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi tertekan pada perdagangan hari ini, Senin (13/3), karena masih terbatasnya transaksi yang dilakukan oleh pelaku pasar jelang rapat Federal Open Market Committe (FOMC) pada 14-15 Maret besok.

Menurut Kepala Riset Buana Capital Suria Dharma, rencana The Fed yang akan menaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) memiliki peluang hampir 100 persen, didukung oleh data ekonomi AS seperti data ketenagakerjaan.

"Rencana kenaikan suku bunga kan hampir 96 persen, jadi pelaku pasar mengantisipasi dan berhati-hati melakukan transaksi," kata Suria kepada CNNIndonesia.com, dikutip Senin (13/3).

Namun, Suria menilai, Bank Indonesia (BI) belum tentu akan langsung menaikan suku bunga mengikuti The Fed jika suku bunga AS benar dinaikan. BI tentu perlu mengkaji kembali data ekonomi dalam negeri dan dampaknya untuk industri keuangan, dan tidak terkecuali pasar modal.

"Hampir pasti saya pikir kalau kenaikan diikuti negara-negara lain. Kalau Indonesia belum tentu ikut naik, bisa saja mempertahankan," terang Suria.

Sementara dari dalam negeri sendiri, sentimen datang dari laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang akan dirilis pada sore hari ini. Laporan kinerja bank swasta tersebut dinanti oleh pelaku pasar karena termasuk salah satu emiten dengan kapitalisasi besar.

Di sisi lain, analis Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo memprediksi IHSG dapat menguat secara terbatas jelang rapat FOMC. Pelaku pasar cenderung memanfaatkan momentum tersebut sebagai bentuk spekulasi.

"Mereka manfaatkan momentum transaksi sebelum rapat. Jadi kan sebelum rapat pada khawatir, nah kekhawatiran itu dorong likuiditas," ucap Lucky.

Kemudian, sentimen dari dalam negeri sendiri dinilai minim. Pelaku pasar lebih fokus pada rencana kenaikan suku bunga AS oleh The Fed. Namun, pelaku pasar juga menunggu hasil rapat dewan gubernur (RDG) BI terkait suku bunga di dalam negeri.

"Jika Indonesia ikut-ikutan naik, maka indeks akan koreksi, karena suku bunga saat ini sudah tinggi," jelas dia.

Ia memprediksi, IHSG cenderung menguat dan berada dalam rentang level support 5.380 dan resisten 5.425.