Deputi Komisioner Manajemen Strategis IA OJK Imansyah mengatakan, negara emerging market masih mengalami tantangan dalam proses pemulihan ekonominya. Namun, sentimen percepatan kenaikan Fed Rate belum berimbas secara signifikan di pasar keuangan, baik global maupun domestik.
"Hal ini terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih mencatatkan peningkatan sebesar 1,75 persen (month to month) dan ditutup pada level 5.386,69 pada akhir Februari 2017. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) relatif stabil, dan investor asing membukukan nett buy sebesar Rp6,4 triliun per Februari 2017. Secara year to date nett buy sebesar Rp26,1 triliun," ujarnya, Kamis (16/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada periode yang sama, pertumbuhan piutang pembiayaan mencapai 6,67 persen, juga dengan tren meningkat. Penghimpunan dana oleh 12 emiten melalui pasar modal pada periode Januari-Februari 2017 tercatat sebesar Rp17,2 triliun.
Dari sisi risiko kredit, per Januari 2017 rasio Nonperforming Loan (NPL), tercatat 3,09 persen (gross) dan 1,35 persen (net), sedangkan rasio Nonperforming Financing (NPF) perusahaan pembiayaan sebesar 3,17 persen.
Permodalan juga masih berada pada level yang memadai. Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan pada Januari 2017 sebesar 23,21 persen.