Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq menjelaskan, tahun ini perusahaan akan mengeluarkan terlebih dahulu senilai Rp6 triliun. Dana tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan tahun ini sebesar Rp32 triliun.
"Kuartal II kami akan mengajukan PUB baru skalanya Rp10 triliun, tapi dalam proses," ungkap Choliq, Jumat (17/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, Direktur Keuangan Waskita Karya Tunggul Rajagukguk menyebut, pinjaman perbankan akan berasal dari kredit sindikasi. Di mana, dana tersebut akan ditarik secara bertahap. Kemudian, kekurangannya akan disumbang oleh ekuitas perusahaan.
Nantinya, sebagian besar belanja modal akan digunakan untuk proyek jalan tol perusahaan. Saat ini, perusahaan mengelola 17 ruas jalan tol melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road dengan total investasi Rp113 triliun.
Sekadar informasi, perusahaan masih memiliki porsi untuk menerbitkan obligasi sekitar Rp400 miliar dari sisa PUB 2016 dengan total Rp5 triliun. Namun, perusahaan memutuskan untuk menghentikan PUB tersebut dan memilih mengeluarkan PUB baru dengan nilai yang lebih tinggi.
"Itu tidak kami lanjutkan, kami hentikan," pungkas Choliq.