Direktur Keuangan Bukit Asam Achmad Sudarto menuturkan, dari lima perusahaan yang tengah dilakukan uji kelayakan (due dilligence) sudah hampir mencapai tahap akhir.
"Target tahun ini ada, untuk ukuran belum bisa disampaikan, tetapi beberapa sudah tahap akhir," ucap Achmad, Rabu (22/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pokoknya itu belum masuk ke belanja modal, yang penting kami akuisisi perusahaan yang menguntungkan," imbuh dia.
Beberapa sektornya yakni seperti perusahaan perkapalan dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO). Nantinya, Bukit Asam menggunakan lahannya seluas 10 ribu hektare (ha) untuk perkebunan CPO.
Perusahaan berharap asetnya dapat tumbuh 50 persen dari posisinya saat ini setelah melakukan akuisisi tersebut.
Hingga akhir tahun lalu, jumlah aset perusahaan berjumlah Rp18,57 triliun. Artinya, aset perusahaan bisa tumbuh mencapai Rp27,85 triliun setelah proses akuisisi dilakukan.