Presiden Direktur Joko Himawan menyebut, pihaknya memanfaatkan investasi dari lembaga dana pensiun (Dapen) yang memiliki kewajiban untuk memperbesar porsi investasinya di surat berharga negara (SBN) sebesar 30 persen. Sementara, untuk perusahaan asuransi sendiri diwajibkan berinvestasi 20 persen di SBN.
"Iya untuk produk ini lebih besar karena kami harapkan ada dukungan dari Dapen dan perusahaan asuransi," ungkap Joko, Kamis (23/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Philip Government Bond juga memiliki komposisi investasi minimal nol persen dan maksimal 20 persen dari NAB pada efek bersifat utang yang diterbitkan oleh korporasi.
"Kami ada beberapa di pipeline, semuanya diterbitkan bertahap," imbuhnya.
Joko optimistis, imbal hasil (return) untuk SBN tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu. Untuk saat ini, imbal hasil SBN sendiri rata-rata berada sekitar tujuh hingga delapan persen.
Sekadar informasi, Phillip Asset Management telah memiliki beberapa produk reksa dana di antaranya, reksa dana pasar uang bernama Philip Money Market Fund dan reksa dana campuran bernama Philip Rupiah Balanced Fund.