Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta menjelaskan, proyek itu termasuk dalam proyek strategis Rencana Pita Lebar Indonesia 2014 - 2019.
Ia menambahkan, BNI bertindak sebagai pemegang mandat pengatur kredit sindikasi atau mandated lead arranger dan juga bookrunner bersama empat anggota yaitu ICBC Indonesia, Bank Papua, Bank Malukumalut, dan Bank Sulsebar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harapannya agar satu per satu proyek infrastruktur strategis dapat memperoleh percepatan dalam proses pembangunannya, termasuk pembangunan jaringan serat optik di seluruh wilayah Indonesia," ujar Herry seperti dilansir dari Antara, Senin (27/3).
Harapannya, keberadaan akses pita lebar (broadband) di berbagai daerah dapat dinikmati kalangan masyarakat luas.
"Sebelumnya, BNI juga mendukung pembiayaan Proyek Palapa Ring Paket Tengah. Harapannya, satu per satu proyek infrastruktur strategis dapat dipercepat termasuk pembangunan jaringan serat optik di seluruh wilayah Indonesia, yang adalah tulang punggung pemerataan jaringan pita lebar atau broadband," tuturnya.
Adapun , proyek Palapa Ring Timur akan menjangkau wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua dan Papua Barat dengan total panjang jaringan 8.400 kilometer (km). Proyek ini juga merupakan yang terpanjang di antara dua proyek lainnya.
Selain paket timur, proyek palapa ring juga dibangun di regional barat (paket barat) dengan panjang kabel serat optik sekitar 2 ribu km dan paket tengah dengan panjang 2.700 km.