Dikutip dari Reuters, Energy Information Administration melaporkan bahwa persediaan bensin meningkat 1,5 juta barel pada pekan lalu meski kegiatan pengilangan tengah produktif. Padahal, persediaan minyak mentah AS turun 1 juta barel pada periode yang sama.
Sementara itu, produksi minyak AS meningkat ke angka 9,25 juta barel per hari pada pekan lalu, di mana ini adalah angka tertinggi sejak Agustus 2015. Membludaknya persediaan dan produksi minyak ini menekan kembali harga minyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berjangka ditutup melemah US$1,97 ke angka US$50,44 per barel. Kondisi itu dianggap sebagai penurunan harian terbesar sejak 8 Maret 2017 silam. Sementara itu, harga minyak Brent lunglai US$1,96 ke angka US$52,93 per barel.